Hati-hati Anemia Pada Anak, Gangguan Jalan Salah Satunya

Anemia Pada Anak

ANEMIA PADA ANAK- Apakah Bunda sering bingung mengapa anak sering rewel, lemas, dan tidak nafsu makan? Hati -hati loh Bunda jangan-jangan anak Bunda mengalami anemia defisiensi besi. 

Anemia Defisiensi Besi

Anemia defisiensi besi adalah suatu jenis anemia yang disebabkan karena kekurangan zat besi. Sedangkan zat besi adalah suatu unsur/mineral yang menjadi komponen utama dalam pembentukan hemoglobin.

Hemoglobin ini merupakan bagian dari sel darah merah yang berfungsi mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Suatu keadaan dimana kadar hemoglobin dalam darah kurang dari normal itu dinamakan anemia.

Anemia defisiensi besi bisa terjadi pada semua rentang umur. Pada anak-anak, gejalanya tidak hanya seperti diatas tadi. Diantaranya jika anak sering mengantuk, pusing, tidak aktif bergerak, dan sulit berkonsentrasi. 

Kekurangan zat besi pada anak cukup membahayakan. Anak bisa rentan terkena infeksi. Bahkan bisa menganggu pertumbuhan. Kondisi ini dialami oleh keponakan saya.

Dahulu keponakan saya sering banget rewel. Mungkin kalo rewel wajar lah ya karena masih kecil. Tapi ternyata tak hanya itu. Dia tak mau makan. Tiap kali disuapin hanya dilepeh saja. Nyaris sumber makanan yang diperoleh hanya dari ASI saja.

Kakak saya mulai bingung disaat teman-teman seusianya (saat itu 18 bulan) sudah mulai bisa berjalan, dia masih “ngesot”. Mencoba berlatih untuk berdiri pun tidak berani.  

Ada salah satu teman Kakak Saya yang menyarankan untuk dibawa ke tukang pijat. Konon katanya, banyak anak-anak yang berhasil berjalan ketika dipijat. 

Berangkatlah Kakak saya untuk terapi ke tukang pijat. Lokasinya tak jauh, hanya sebelah kecamatan tempat Kakak saya tinggal.Hampir tiap minggu sekali terapi itu dijalankan.

Minggu berganti minggu terapi itu nyatanya tak kunjung membuahkan hasil. Kakak saya sama sekali tak menyadari ada sesuatu yang aneh dalam tubuh keponakan saya. 

Hingga suatu saat keponakan saya mendadak harus diopname ke rumah sakit karena diare. Saat kontrol penanganan diare selesai, dokter menanyakan seputar kesehariannya.

Apakah makannya lancar? Sudah bisa jalan belum? Serta pertanyaan turunan lain yang menyangkut kebiasaan makan dan pertumbuhannya.

Ternyata dokter menjelaskan bahwa keponakan saya mengalami kekurangan nutrisi terutama zat besi. Hal itulah yang menyebabkan dia mengalami gangguan pertumbuhan.

Dokter menyarankan agar diberi asupan makanan yang bergizi tidak dari ASI saja. Mengapa? Karena zat besi tidak bisa diproduksi oleh tubuh melainkan harus disuplai dari luar yakni makanan.

Saya pun mengkonfimasi hasil diagnosa dokter kepada kakak saya dengan webinar yang diadakan Nutrisi Untuk Bangsa bersama Danone Indonesia. Narasumber Dr. dr. Diana Sunardi, M.Gz, Sp, GK menuturkan gejala anemia sperti gambar dibawah ini. Sebagian besar dialami oleh keponakan saya.

Sumber: Youtube Channel Nutrisi untuk Bangsa

Narasumber juga menyampaikan penyebab anemia kurang zat besi pada anak:

  • Pemilih makanan (picky eater)
  • Asupan makanan yang tidak bervariasi
  • Kondisi tertentu yang menyebabkan ganguan penyerapan
  • Kondisi tertentu yang menyebabkan asupan besi rendah (alergi bahan makanan sumber besi heme)

Memang semenjak usia 6 bulan, keponakan saya memliki kebiasaan pemilih makanan sehingga asupannya pun tidak bervariasi. Mungkin Bunda disana juga ada yang mengalami hal yang serupa.

Cara Mengatasi Anemia Pada Anak

Lalu bagaimana mengatasi anemia pada anak dan pada usia lain? Seperti yang disarankan dokter, zat besi perlu disuplai dalam bentuk makanan atau suplemen. Tentunya untuk anak-anak suplai dari asupan makanan lebih ramah untuk tubuh.

Zat Besi Heme dan Non Heme

Asupan zat besi bisa diperoleh dari hewani maupun nabati. Zat besi dari hewani (Zat besi heme) bisa langsung diserap oleh tubuh. Sedangkan yang berasal dari nabati (Zat besi non heme harus dirubah dulu agar bisa diserap oleh tubuh.

Zat Besi Heme bisa diperoleh dari berbagai sumber makanan hewani, seperti daging ayam, daging sapi, daging domba, hati ayam, hati sapi, hati domba, dan ikan salmon.

Zat besi non heme biasanya terdapat pada tumbuh-tumbuhan seperti sayur-sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buahan, serlia, coklat, dan tepung terigu. Sayuran yang menjadi sumber besi non heme contohnya bayam, wortel, kangkung, brokoli, asparagus, jamur, daun singkong, kecipir, dan kacang buncis.

Tabel kandungan zat besi dalam bahan makanan hewani dan nabati dapat dilihat sebagai berikut.

Sumber: Youtube Channel Nutrisi untuk Bangsa

Asupan zat besi akan dipromosi dengan adanya asam askorbat (vitamin C), asma sitrat,dan komponen-komponen lain. Besi non heme dihambat oleh serat, fenol, fitat, tanin. Oleh karena itu perlu didukung dengan makanan yang berperan dalam peningkatan penyerapan zat besi dan hindari makanan yang menghambat penyerapannya.

Dari tabel di atas Bunda bisa menyusun menu yang pas nih buat mix and match sesuai selera.Tapi yang seimbang ya Bunda, biar gizi anak tercukupi.

Susu Pertumbuhan

Selain makanan langsung dari sumber hemani dan nabati, asupan zat besi juga bisa diperoleh dari susu pertumbuhan. Sebaiknya Bunda sekarang mulai mempertimbangkan untuk mengganti susu biasa dengan susu pertumbuhan.

Kalau keponakan saya sih minumnya susu Bebelac, susu pertumbuhan yang diproduksi oleh Danone Indonesia. Dalam susu ini terdapat banyak sekali mineral esensial yang diperlukan oleh tubuh. Misalnya Zat Besi dan Vitamin C.

Susu Bebelac untuk Mencegah ANemia Pada Anak

Vitamin C berperan dalam absorpsi dan metabolisme besi. Vitamin C mereduksi besi Feri menjadi Fero dalam usus halus sehingga mudah diabsorbspi. Adanya vitamin C menjadikan penyerapan besi non heme meningkat empat kali lipat bila ada vitamin C.

Infromasi nilai kandungan gizi dari Bebelac adalah sebagai berikut:

Kandungan Gizi Bebelac untuk mengatasi anemia pada anak

Alhamdulillah berkat asupan makan yang bervariasi dan didukung susu pertumbuhan, keponakan saya sekarang sudah bisa jalan dan lumayan tidak rewel lagi.

Jadi bagi Bunda yang khawatir akan anemia pada anak jangan lupa untuk terus memantau nutrisi asupan makanan dan susu pertumbuhannya ya..

Share

Nihayatun Ni'amah

A scientist who has passion in technology, business, and education

You may also like...

Leave a Reply

%d bloggers like this: